Powered By Blogger

Selasa, 12 Februari 2019

Ada 18 nilai-nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas.  Mulai tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan di Indonesia harus menyisipkan pendidikan berkarakter tersebut dalam proses pendidikannya.
18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter menurut Diknas adalah:
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

***
Apakah inisiatif pendidikan karakter di sekolah ini akan berhasil atau hanya sekedar menjadi dokumen formalitas belaka, mari kita lihat. Salah satu indikator sederhana yang bisa kita lihat bersama adalah apakah kecurangan UN akan hilang atau tetap saja tak berubah seperti biasanya.

Sabtu, 10 November 2018

SRA


















SRA 2018,1 November 2018

SMP YPPK KRISTUS RAJA
MENUJU KE SEKOLAH RAMAH ANAK



SMP YPPK Kristus Raja dok V jayapura  berkomitmen menjadikan sekolah yang ramah terhadap anak.
Hal ini dilakukan saat deklarasi menuju sekolah ramah anak  yang digelar di lapangan olahraga SMP Kristus Raja, dok V Jayapura, Kamis (1/11/2018). Acara dihadiri langsung dari perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak pusat dan kota Jayapura, Kepala Sekolah SMP Kristus Raja mengatakan, ini merupakan program pemerintah pusat. dan SMP Kristus Raja siap menjadi sekolah ramah anak.
“Ketika bicara soal pendidikan, harus dari dasar sehingga berikan pelayanan yang terbaik. Peran pemerintah pusat dan daerah sendiri melalui dinas terkait dalam hal ini dinas pendidikan dan dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana telah dilakukan, dimana ada program-program dalam rangka perlindungan anak yang bagian dari sekolah ramah anak.
Meski begitu, kata dia, Kementerian PPPA mengimbau agar sekolah menyiapkan sarana yang ramah anak. Artinya, sarana belajar yang memadai, kemudian Sumber Daya Manusia (SDM) guru yang punya kapasitas dan kemampuan untuk mendidik anak-anak yang semakin baik harus disiapkan.
“Harapan kami, agar para guru, orang tua/wali murid bersama-sama turut berkomitmen membangun sekolah ramah anak, sehingga benar-benar memiliki sekolah itu dan merasa bertanggungjawab dengan sekolah.
“Selain itu, membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan yang berprinsip awal menghargai anak, membangun partisipasi anak. Kita berharap SMP YPPK KRISTUS RAJA dapat menjadi sekolah yang ramah bukan hanya terhadap anak akan tetapi kepada semua insan yang mau memperbaiki sistim pendidikan di Indonesia, lebih khususnya lagi di SMP Kristus Raja. (RT)

Bacaan dan Renungan Minggu 11 November 2018


Hari Minggu Biasa XXXII

Bacaan Pertama:1Raj 17:10-16


Janda itu membuat sepotong roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia.
17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.” 17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.” 17:12 Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.” 17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. 17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” 17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. 17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Mazmur 146:7,8-9a,9bc-10

REFREN; Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Mazmur:

  • Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberikan roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
  • TUHAN membuka mata orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. TUHAN menjaga orang-orang asing.
  • Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!

Bacaan II : Ibr 9:24-28

Kristus hanya satu kali saja mengurbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. 9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. 9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. 9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, 9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.

Bacaan Injil : Mrk 12:38-44

Yesus menasihatkan supaya hati-hati terhadap ahli-ahli Taurat
12:38 Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, 12:39 yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, 12:40 yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” 12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”

Renungan:

Perhatian Allah di waktu perang.
Dalam suatu perang dapat dipastikan bahwa para penguasa tidak mungkin lagi memperhatikan dan memberikan perlindungan sepenuhnya terhadap masing-masing individu, karena masing-masing penguasa sibuk dengan rencana dan strateginya untuk memenangkan perang. Bahkan tidak sedikit individu-individu tersebut justru dijadikan perisai oleh para penguasa untuk kepentingannya sendiri. Contohnya Sadam Husein. Ia menggunakan rakyatnya sebagai perisai untuk melindungi kedudukannya. Namun tidak demikian dengan Allah ketika ‘sedang dalam peperangan’ menghadapi Iblis.
Perpecahan antara kerajaan Yehuda – Israel dan peperangan yang terjadi di antara kedua kerajaan tersebut hanyalah merupakan latar belakang bagi konflik yang sesungguhnya. Yaitu peperangan yang telah berlangsung sejak lama antara kerajaan Allah dan kerajaan Iblis. Pasal 17-22 memfokuskan kepada peperangan tersebut, dimana nabi Elia mewakili kerajaan Allah sedangkan raja Ahab mewakili kerajaan Iblis. Dalam keadaan yang sedemikian, Allah tidak terlalu sibuk atau egois dengan rencana dan strateginya, sehingga melupakan individu-individu yang terkena dampak dari peperangan tersebut.
Allah dengan kuasa-Nya telah menghentikan hujan selama beberapa tahun. Kekeringan pun melanda Israel bahkan sampai Sidon. Ketika sungai Kerit mulai kering, Allah mengirim Elia ke Sarfat. Di sana secara mukjizat Allah memelihara dan memenuhi kebutuhan pangan Elia melalui janda Sarfat dan anaknya. Bukan hanya Elia yang mendapatkan berkat, janda Sarfat pun merasakan pemeliharaan-Nya. Bahkan ketika anak laki-laki janda Sarfat itu mati, Allah melalui Elia membangkitkannya. Ini semua memperlihatkan bahwa di dalam “peperangan” melawan kerajaan kegelapan itu, di dalam bencana nasional dan internasional yang dahsyat karena penghakiman-Nya, Allah tetap memperhatikan dan memelihara individu-individu.
Seberapa pun gentingnya situasi dimana Gereja tenggelam dan seberapa sibuknya Gereja menghadapi dan mengatasi permasalahan yang dihadapi secara umum, Gereja tidak seharusnya melupakan atau mengabaikan individu-individu yang terkena dampak dari permasalahan atau situasi tersebut.

Mazmur, Allah adalah satu-satunya yang patut disembah.

Hanya Allah yang patut dipuji dan disembah selama-lamanya. Tidak ada suatu kuasa pun yang dapat menandingi Allah. Bahkan kekuasaan para bangsawan dan penguasa mana pun bukan tandingan. Bagi pemazmur, setinggi apa pun kedudukan dan kuasa yang dimiliki seseorang, ia tetap manusia biasa dan tidak akan pernah menjadi Allah (ayat 2, 3), karena kekuasaan manusia tidak pernah memberi hidup. Dialah yang memberi kita hidup dengan segala kemungkinan di dalamnya.
Perbuatan penyelamatan Allah. Perbuatan penyelamatan Allah yang dikatakan pemazmur pada pasal ini adalah wujud kepedulian Allah terhadap mereka yang tertindas karena ketidakadilan, yang lemah seperti anak-anak yatim, janda-janda dan orang-orang asing (ayat 6-9). Pemazmur sungguh memahami bahwa Allah menolong penderitaan fisik dan mental manusia. Ia membela orang benar yang kesepian dan tertindas serta mendukung yang lemah.
Kita telah menerima pengampunan dan karya penyelamatan Allah dalam kasih Kristus. Hal ini berarti bahwa Allah telah memulihkan hubungan kita dengan Allah. Hubungan tersebut akan mewarnai hubungan kita dengan sesama dalam berbagai aspek kehidupan.

Bacaan kedua, Layak untuk surga

Mengapa kurban-kurban dan tata ibadah dalam Perjanjian Lama meski dilakukan demikian rumit dan akurat, tidak mampu untuk menyelesaikan masalah dosa secara tuntas? Sebab upacara tersebut hanya lambang dari persembahan terbaik yang Tuhan Yesus lakukan (ayat 21).
Dosa adalah masalah yang sangat serius sehingga hanya Allah yang dapat menyelesaikannya secara tuntas. Dalam ritual Perjanjian Lama, pengudusan dilakukan dengan memakai darah binatang sebagai kurban yang dipercikkan pada kemah suci, perabotan, dan orang-orang di dalam kemah itu.
Sesungguhnya dosa harus diselesaikan dengan persembahan darah kurban yang lebih mulia, yaitu darah Kristus sendiri. Oleh karena itu, Allah mengutus Kristus untuk menyelesaikan dosa, yakni dengan mewakili manusia berdosa di hadapan-Nya (ayat 24). Kelebihan Kristus dibandingkan imam besar keturunan Harun adalah Ia mempersembahkan Diri-Nya sendiri satu kali untuk selamanya sebagai kurban penghapusan dosa yang menghasilkan keselamatan (ayat 25-28a). Dengan pengurbanan-Nya itu, Ia bukan masuk ruang mahakudus, di Bait Allah, tetapi Ia masuk ke surga dan menyebabkan orang yang percaya kepada-Nya layak untuk masuk surga. Sekarang, anak-anak Tuhan sedang mencicipi sebagian dari berkat keselamatan itu. Kelak pada saat Kristus datang kedua kali, mereka akan menikmati keselamatan secara penuh (ayat 28b).
Kesempatan untuk layak masuk surga ini hanya ada dalam hidup yang sekali ini. Apakah Anda sudah termasuk golongan orang yang dikuduskan oleh darah Kristus karena menyambut Yesus Kristus dalam hidup Anda? Bagaimanakah respons Anda sebagai orang yang dilayakkan dengan hadirat-Nya tiap-tiap hari? Bagaimanakah seharusnya kita bersikap terhadap sesama kita yang belum menerima berita sukacita ini?

Injil hari ini, Persembahkanlah

Sungguh kontras gambaran dua figur dalam bacaan hari ini. Figur pertama adalah ahli-ahli Taurat. Mereka adalah gambaran pemimpin agama yang lebih suka bersikap sebagai tuan daripada sebagai hamba (ayat 38-39). Doa-doa mereka yang panjang mengesankan bahwa mereka adalah orang saleh. Mereka berpura-pura dekat dengan Allah, tetapi sesungguhnya mereka sedang mencari simpati orang lain. Mereka juga suka mencaplok harta janda-janda miskin.
Ini sangat kontras dengan figur kedua, yaitu seorang janda. Ia sangat miskin sehingga hanya bisa memberikan persembahan sebesar dua peser. Namun Yesus menghargai pemberian si janda. Mengapa? Karena walau ia hanya punya uang sejumlah dua peser, tetapi ia mau memberikan kedua-duanya. Padahal bisa saja ia menyimpan satu peser untuk dirinya sendiri, tak ada orang yang akan tahu. Namun bagi si janda, kemiskinan tidak menghalangi dia untuk mengungkapkan syukur dan penyerahan diri yang bulat kepada Tuhan. Iman dan cintanya kepada Tuhan utuh dan penuh.
Melalui tindakan si janda, Yesus mengajarkan bahwa nilai sebuah persembahan bukan ditentukan semata-mata oleh jumlah, melainkan oleh motivasi dan hati si pemberi. Inilah yang membuat persembahan si janda jadi bernilai. Ia melepaskan diri dari segala miliknya dan melupakan semua kebutuhannya untuk menyatakan bahwa ia dan semua miliknya adalah kepunyaan Tuhan (ayat 42-44). Melalui kisah si janda, Yesus bagai menantang anggapan bahwa memberi persembahan dalam jumlah banyak bisa dilakukan bila kita memiliki banyak uang. Si janda mematahkan anggapan itu. Ia hanya mempersembahkan sedikit uang, tetapi menurut Yesus ia mempersembahkan lebih banyak daripada semua orang (ayat 43).
Memberi persembahan merupakan kesempatan yang hanya ada selama kita hidup. Maka marilah kita memberi persembahan dengan mengingat bahwa Kristus yang tersalib telah memberikan nyawa-Nya bagi kita. Bagaimana mungkin kita tidak mau memberikan diri serta segala milik kita?
DOA: Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang kepada kami untuk menyatakan kemurahan hati dan kasih Bapa-Mu. Buatlah kami umat-Mu mampu memahaminya dengan seluruh hati, budi dan jiwa kami. Dan kepadaku ya Tuhan, hamba-Mu yang tiap-tiap kali jatuh, tunjukkanlah belas-kasihan-Mu yang tanpa batas. Amin.(Lucas Margono)
https://carekaindo.wordpress.com/2018/11/10/bacaan-dan-renungan-minggu-11-november-2018/

Rabu, 03 Oktober 2018

BKSN 2018

Gambar terkait
Kristus Raja di BKSN 2018
“Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan.” itulah tema BKSN tahun 2018  ini. SMP YPPK Kristus Raja mengisi dengan membacakan Injil harian selama sebulan penuh, dengan melibtkan semua Siswa-siswi baik yang beragama Katolik maupun yang beragama Kristien Protestan  untuk membacakannya dan memberikan renungan. Pada bulan Kitab suci itu kita diajak untuk lebih dekat dengan mendalami dan merenungkan setiap sabda Tuhan.
Mengingat SMP YPPK Kristus Raja  adalah sekolah yang bercorak Katolik maka sebagai bentuk syukur selalu mencoba untuk ambil bagian dalam menyampaiakan kabar gembira itu dengan berbagai aktivitas. Sebagai puncak Bulan Kitab Suci Nasional maka tim kerja spiritualitas dan moralitas menggelar berbagai lomba untuk menyemarakkan BKSN tahun  2018.
Jenis lomba yang diadakan adalah Membaca kitab suci (lektor),dan  Mazmur,  Semua aktivitas tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 September 2018. Menurut Bapak  Martinus Mexin,S.Pdi tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan iman anak akan Yesus Kristus dan menjadikan siswa semakin mengerti akan pengetahuan umum Katolik dan berliturgi.
“Kegiatan ini bisa dimanfaatkan unuk mengetahui anak-anak yang memiliki potensi untuk dilatih dan dikembangkan khususnya dalam melibatkan diri pada kegiatan liturgi,” ungkap Bpk Edison wantik  yang menjadi salah satu juri lomba Mazmur selesai melaksanakan penilaian lomba yang dilaksanakan di depan ruang guru itu. Koordinator kegiatan pun sependapat bahwa berbagai perlomban ini akan kita kena beberapa siswa yang sebelumnya belum terlihat potensi dan bakatnya, semoga ini akan semakin mewarnai aktivitas liturgi sekolah dengan melibatkan banyak siswa (RT)


Kamis, 20 September 2018


RAHASIA PUTIH BIRU

Kevin Gunawan
Saya anak lulusan dari SD YPPK Kristus Raja Dok 5 bawah. Kelas 7,Saat sy pertama masuk sy hanya diam-diam di kelas……Teman yg hanya saya kenali pertama adalah  Denis dan Christo. Pada saat kls 7 sy mengikuti kompetisi matematika bersama-sama dengan kakak saya Felicia Goenawan.
Pada saat naik kelas 8, setiap pembelajaran berjalan dengan baik . Saya mendapat nilai yg bagus. Waktu kelas 8 sy mengikuti 2 lomba dalam mewakili sekolah… diantaranya adalah : Lomba Kihajar, dan Kompetisi Matematika 5.
Kemudian tibalah saatnya untuk naik kelas 9…. Di kelas 9 pelajarannya lebih susah dibandingkan dengan kelas 7 dan 8. Wali kelasku adalah Ibu Rosina D. Watimena. Guru favorit saya di SMP YPPK Kristus Raja adalah….. Pak Guru Otavianus P. Rantetau.
Pada kelas 8 rambut sy pernah digunting oleh Pak Mexin karena rambutku terlalu panjang.  Waktu kelas 8 pada akhir semester, kita melakukan acara makan bersama pd saat jam pelajaran Prakarya [Pak Bertho] Pelajaran yang sy sukai selama sekolah di sekolah ini adalah Matematika,IPS,dan Bahasa Indonesia