Berbeda itu indah. Keanekaragaman membuat hidup ini semarak. Ibarat vas bunga akan terlihat indah, semarak, dan berdaya tarik apabila berisi aneka macam bunga yang beragam warna. Begitu juga dengan pelangi atau kupu-kupu. Semua tampak indah karena unsur keragaman itu saling mendukung, saling menguatkan, dan saling memberi arti bagi yang lain.
Penyeragaman juga tidak salah. penempatan satu jenis bunga berwarna dalam satu vas bunga sah-sah saja. Hanya saja, hal ini menutup peluang kehadiran warna dan jenis bunga tertentu. Padahal, bunga yang berbeda jenis dan warna itu belum tentu kalah indah. Penyeragaman menegasi perbedaan atau keragaman.
Namun, salah jika yang satu mau menang sendiri, sementara yang lain dikalahkan. Warna tertentu merasa paling domonan dan harus menang. Sementara warna lain dipaksa mundur atau mengalah. Peluang kehadiran warna dan jenis lain ditiadakan dengan paksa.
Walaupun sama-sama indah, agama bukanlah bunga. Persoalan agama jauh lebih kompleks. Agama selalu terkait erat dengan pribadi manusia yang memiliki kehendak dan kebebasan.
Kita yakin bahwa semua agama itu baik adanya. Semua agama menuntun setiap penganutnya agar dekat dengan Allah dan sesama. Segala sesuatu yang baik bisa kita gali dan dalami dalam hidup keagamaan. Jika kita semua mampu menghayatinya, sukacita dan keselamatan bisa kita rasakan. Kebaikan itu akan semakin tampak jika kita kompak. Kebaikan-kebaikan yang ada pada setiap agama itu akan semakin kelihatan jika semua pemeluk agamasaing bekerja sama, saling mendukung, dan saling memberi arti pada pemeluk agama lainnya. Dengan itu, perbedaan agama menjadi berkat, bukan malapetaka. (RT)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar